“Learning in life.”
Indahnya sebuah perjalanan hidup.
Saat melihat ke dalam cermin, seringkali emosi kita terbawa. Sadar nggak, kita suka tiba-tiba tersenyum manis sehingga wajah yg di depancermin terlihat menarik. Bisa juga ada tawa saat melihat ekspresi aneh yang spontan terlihat di kaca. Bahkan terkadang bukan hanya itu, melihat ekspresi wajah aneh di cermin itu mampu secepat kilat membawa pikiran dan perasaan kita pada kejadian-kejadian yang sudah lewat dan membawa kesan mendalam, lalu diikuti dengan berbicara dengan orang yang ada di depan cermin itu. Iya atau tidak? Lalu curhat dan mengeluarkan unek-unek yang selama ini tidak ada seseorangpun yang tahu. Ya, talk to the self. Andai saja cermin bisa bicara, dia akan membocorkan rahasiamu! hmm itu tidak mungkin. cari yang mungkin saja; “…andaikan di belakang cermin kita pasang camera tersembunyi.” … (teruskan curhatmu sendiri)
Kita, ya saya kamu dan mereka adalah mahluk yang sangat unik. Memahami bahwa kita adalah berbeda adalah sebuah kebijaksanaan. Dari saat kita ada di dalam rahim ibunda tercinta; saat terlahir dan tangisan pertama di dunia ini, lalu menjalani kehidupan bersama keluarga sampai dewasa dan punya pacar, menikah, punya anak… dan seterusnya… detik demi detik kita berproses. Tentu ada senyum, tawa dan bahkan tangisan dalam perjalanan itu. Lalu kita berkembang dan menjadi suatu pribadi, ya pribadi yang penuh rahasia, hanya aku dan Dia yang tahu.
Tanpa kita sadari kita masing-masing memiliki jalan sendiri. Ada yang terlahir di dalam keluarga harmonis, tumbuh besar dilimpahi kasih sayang dari orang tua dan saudara, berkecukupan secara materi. Ini jalan Tuhan buat dia, dan tentunya bagi dia gampang untuk menjadi bahagia dan sukses. Ada juga yang dari kecil sudah menjadi orang yang “dinomerduakan” di dalam keluarganya. dia selalu mendapakan hak nya paling terakhir, dia tidak pernah menjadi prioritas. Secara mental dia akan tumbuh tidak seimbang karena kurang kasih sayang. untuk menjadi sukses dia harus berjuang ekstra keras. Lalu dengan kebijaksanaannya dia terus berusaha keras, belajar dan bekerja, dan akhirnya suatu saat diapun berhasil. Bagi dia kata kuncinya adalah berusaha keras.
Sebuah hubungan bisa terjalin karena kesamaan karakter, kesamaan kepentingan dan kebutuhan. Dua pribadi bisa dicontohkan dengan Bumi dan Bulan, karena bentuk perputarannya adalah elips maka ada satu masa mereka akan bergerak mendekat dan setelah itu akan bergerak menjauh.
Dalam kehidupan kita semua berproses; menjauh, mendekat, menerima, memberi, pertemuan, perpisahan, hidup dan mati. Ya itu proses yang kita harus lalui dengan kebesaran hati. Kita tidak boleh menghindarinya, namun harus tegar menghadapinya. Jangan buru-buru memberi cap atau bahkan kesimpulan bahwa jalan orang lain salah, pilihan hidup orang lain keliru… bla bla bla. Karena sesungguhnya yang anda ketahui tentang hati orang lain sangatlah sedikit, selebihnya dia adalah semacam mahluk misterius yang memiliki banyak topeng, yang akan dipakai bergantian. Anda tidak akan pernah melihat wajah aslinya. Atau orang itu juga bisa diandaikan sepertinya misteriusnya meletusnya Gunung Agung. Ada saatnya kita hanya bisa katakan satu kalimat, “Eloe eloe, gue gue.” Yang terpenting adalah bagaimana kita menata diri untuk menjadi pribadi yang bijaksana dan siap menjalani proses yang diberikan, tidak melulu membandingkan diri dengan orang lain, namun lebih baik meningkatkan kualitas diri dan menjadi yang lebih baik dari hari ke hari. Say good bye for all the memories and say hello for the bright future! Hidup ini akan terlihat indah dengan keberagaman dan perbedaannya.
Yuk kita berbagi
mensyukuri kebersamaan yang diberikanNya
karena aku adalah potongan kecil dalam kehidupanmu
sisanya adalah milikmu
Happy life, Happy Valentine & Gong Xi Fa Cai


sdfdfr
ReplyDelete