Pages

Mar 31, 2017

Yoga Tarian Jiwa, Ekspresi Kebebasan Dalam Keharmonisan.


"Now, this meditation (sa'dhana') for complete merger, for unification, starts with fearful love. Love must be there. Unless and until there is love, there cannot be unification.  So love must be there, but it starts with fearful love and ends in fearless love; and the space between fearful love and fearless love is the space of sa'dhana'.  What is sa'dhana'?  Sa'dhana' is the transformation of fearful love into fearless love."The Stance of Salvation by: Shrii Shrii Anandamurti
Artikel, foto dan video Oleh: Made Agus Wirayasa   Model: Martin Elianto dan Tasya Dante 



Shiva, Sang Raja Tari

Ketika yoga ditemukan di India dan dikembangkan oleh seorang yoga bernama Sada Siva, tentu tidak sama dengan yoga yang ada saat ini. Pada jamannya yaitu sekitar 7000 tahun yang lalu penemuan membuktikan bahwa manusia lebih banyak menggunakan kekuatan fisik daripada kekuatan pikiran. Dengan teknologi yang belum begitu berkembang, maka “hukum rimba” masih dominan. Maka orang terus melatih kekuatan fisik untuk bertahan hidup. Di sisi lain kemampuan spiritual tidak mengalami peningkatan yang pesat. Untuk itulah dipercaya bahwa Sada Siva lahir ke dunia membawa misi khusus yaitu salah satunya untuk meningkatkan kemampuan spiritual. Diciptakanlah Yoga, dan juga hal-hal lainnya yang saling melengkapi yaitu lagu dan tarian. Dan masih banyak lagi. Perkembangan yoga, lagu dan tarian ternyata bisa berjalan paralel dan saling mempengaruhi. Oleh karena itu Shiva juga dikenal dengan King of Dance. Di India banyak sekali jenis tarian klasik yang menggunakan gabungan pose pose yoga. Disimpulkan bahwa pada jaman dulu ajaran yoga lebih banyak bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pikiran dan spiritual sehingga dicapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Banyak cerita dan tertulis di dalam kitab yoga dan Tantra bahwa jaman dulu jumlah pose yoga yang dilakukan dalam satu sesi latihan tidakah banyak. Namun durasi masing-masing pose dibuat panjang. Pada jamannya istilah beryoga, bermeditasi atau bertapa menjadi begitu kental. Selain pencapaian spiritual, shakti dan memiliki siddhi atau kekuatan supra natural menjadi daya tarik yang dominan pada masa itu. Namun seiring dengan perubahan jaman, semua mengalami perubahan. 

Yoga modern, sebuah transformasi


Jaman ini semua praktisi yoga sepertinya tahu bahwa yoga adalah pose yang terus bergerak (flow). Itu tidaklah salah. Yoga bisa juga dikemas dan disajikan dengan cara itu. Terima kasih kepada penemu style yoga flow seperti itu. Gaya yoga ini bisa dikatagorikan yoga modern. Yoga ini lebih mengembangkan yoga dengan penggabungan beberapa pose dalam sekali waktu, dikenal dengan sequence. Kadang-kadang terlihat mirip seperti tarian. Tujuannya lebih menekankan aspek keharmonisan antara badan, pikiran dan jiwa. Pengolahan nafas merupakan pondasi yang tidak kalah penting juga, namun pada yoga flow biasanya dilakukan bersamaan dengan gerakan yoga. Oleh karena itu ada satu style yoga yang mulai berkembang di Indonesia adalah “Yoga Tarian Jiwa.” Yoga modern terlahir karena kebutuhan akan keharmonisan didalam diri, dan juga keselarasan dengan alam dan Sang Pencipta. Dalam kepenatan hidup, kompetisi yang ketat dalam karir, perlombaan dalam semua aspek kehidupan yang melelahkan, yoga mendapatkan tempatnya sendiri. Yoga dapat membangun keharmonisan itu. Yoga melatih kekuatan fisik untuk meningkatkan kesehatannya, tentunya tanpa meninggalkan aspek seni dan spiritualnya. Yoga modern mengutamakan keseimbangan latihan, kebebasan jiwa dan keharmonisan. 





Menerima yoga dengan sepenuh hati


Menerima yoga bukanlah hal yang mudah. Semua itu mengalami proses. Latar belakang seseorang mengikuti kelas yoga pun beragam, ada yang ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya sedemikian lama, ada yang ingin mendapatkan kebugaran, ada yang ingin kurus atau langsing, awet muda dan bahkan ada juga yang ikut yoga karena lagi jomblo. Sebagai contoh adalah saya sendiri, dulu saya sangat sibuk mencari solusi terhadap penyakit sesak nafas atau Asthma akut yang sudah saya derita sejak kecil. Tiap terjadi perubahan musim misalnya dari panas ke dingin atau cuaca yang ekstrim panas dan ditambah lagi udara yang kering bisa dipastikan saat itu Asthma saya akan kambuh. Sampai masa kuliah baru saya mulai mencoba ber yoga dan sedikit demi sedikit penyakit asthma saya teratasi. Saya tahu diluar sana masih banyak sekali cerita-cerita inspiratif mengapa orang-orang mencari dan mulai melakukan yoga. Semua  berproses. Jalanilah proses itu dengan sabar dan sepenuh hati.





Awalnya yoga itu adalah Tantra yang bisa diartikan sesuatu yang terus berkembang, meluas. Dan sekarang ini sudah terbukti. Seiring dengan perjalanan waktu, semakin lama seseorang melakukan yoga maka biasanya semakin mengertilah dia akan esensi yoga yang sesungguhnya. Dari awalnya yang dia berdecak kagum saat melihat seorang pratisi bisa melakukan gerakan-gerakan susah, menekuk sana sini, balancing maupun saat menunjukkan kekuatan ototnya. Wajar saja, kombinasi antara kesehatan, kekuatan dan seni, siapa yang tidak suka melihatnya? Itu adalah salah satu prestasi dalam latihan yoga. Lalu setelah bosen mencoba yoga seperti itu dan ternyata hitungan tahun belum juga bisa, maka dia mulai mencari jawabnya, “kenapa?” setelah mempelajari anatomi dan tahu anatomi tubuhnya sendiri maka biasanya dia mulai menerapkan kebijaksanaannya dalam berlatih yoga. Mulai tahu pose mana yang bisa dilakukan dan pose mana yang tidak akan pernah bisa dilakukan sampai kapanpun. Dari sekian banyaknya pose yang bisa dilakukan maka selanjutnya pastilah dia ingin tahu apa sih fungsi masing-masing pose itu, selain di tingkat fisik. Maka mulailah dia mempelajari meditasi, pranayama dan gerakan-gerakan yoga yang berbasis manfaat, aman dilakukan dan fungsional. Inilah proses selanjutnya yang biasanya terjadi. Untuk itu saran saya bagi yang bisa pose-pose yoga yang terlihat fenomenal, janganlah pernah menyalahkan atau meremehkan orang-orang yang seringkali terlihat diam dalam pose Lotus dalam waktu yang lama. Sesungguhnya orang itu sedang beryoga di tingkat pikiran dan kesadaran yang lebih tinggi. Atau situasi sebaliknya, saat duduk diam dalam sikap meditasi, janganlah pikiran anda disibukkan atau terganggu oleh orang disebelah anda yang lagi gedebag-gedebuk mencoba-coba pose inversion. Kalau anda masih merasa terganggu berarti anda belum melakukan meditasi yang benar, karena pikiran anda masih mengarah keluar, bukan ke dalam diri. Ingat semua orang mempunyai keasyikan dan misteri dalam pencariannya. Cintailah yoga mu sepenuh hati, lakukanlah dengan tekun dan jalani proses yoga mu dengan berpeganag pada kebijaksanaan, niscaya  kebaikan akan datang kepadamu, dengan caranya sendiri. Na’ma’ska’r.   




Kebahagiaan seorang praktisi yoga adalah saat berbagi yoga, tawa dan canda. Terima kasih  Team ku tercinta www.baliyogateacher.com untuk partisipasinya dalam pemotretan ini. Dan sahabat yogaku Martin dan Tasya, smoga bisa mengembangkan yoga dalam keutuhan dan keharmonisannya. 

Article, photos and video By: Made Agus Wirayasa
Model: Martin Elianto & Tasya Dante 

No comments:

Post a Comment