Pages

Feb 26, 2017

Selalu menyenangkan berlibur ke Bali.

Article: Made Agus Wirayasa, Photos by Wirayasa Photography. Model by Bali YogaTeacher Location Jimbaran, Bali


Mendengar orang menyebut Bali pasti yang terbayang adalah pantai beserta kelengkapannya yaitu turis pakai bikini #hmmm… kalau gak dipandang kok sayang ya :D , turis yang lalu lalang pakai motor yang berisi papan surfing mulai dari jalan besar sepanjang Sunset Road sampai di gang gang kecil seperti gang Poppies di daerah Kuta sana. Sumpek namun tetap asyik. Intinya mereka lagi menikmati liburan. 
Namun ada juga jenis pelancong yang berbeda; mereka biasanya memakai satu macam pakaian. kalau mereka lagi jalan ke mall pakaiannya sama dengan yang dipakai saat jalan ke pantai. Mereka anti banget sama yang namanya pakai bikini. Bagi mereka bikini adalah suatu hal yang terlalu fulgar dan sampai  sampai dianggap hal yang merusak moral. Tapi lucunya mereka biasanya kalau jalan di pantai selalu pakai kacamata (terutama yang laki-lakinya) dan sekali-sekali dengan bahasa tubuh ang sepertinya malu-malu mengarahkan pandangan pada bule yang paling “berani”, hot dan paling sexy yang mereka temui di pantai. Entah apa yang ada di pikirkannya, yang jelas mereka nggak mau percuma dan menyesal kalau nggak sempat mandangin obyek yang satu itu, yang sangat langka ditemui di hiruk pikuk kota lain di Indonesia. 


Masih belum puas saya mencertakan keanehan di pantai, ada juga kelompok pelancong lainnya yang kemana-mana bawa tongsis, mereka merekan seluruh kejadian mulai dari baru turun bis sampai di tempat tujuan. Sering mereka mengajak bule bule cantik yang ditemui di pantai untuk foto bareng tentunya dengan sedikit memasang muka memaksa. Maklum lah… kapan lagi ketemu bule. Ada saja sih bule yang mau diajak foto bareng, itu bukti kalau bule di Bali itu meskipun pakai bikini (yang katanya dosa) mereka semuanya baik baik. Tapi lanjutannya akan menjadi sedikit lucu atau juga nyebelin. Setelah ajakan foto pertama mereka mau dan juga rela senyum saat dijepret, giliran datanglah temen-temennya si tongsis itu yang beramai-ramai minta foto juga. jepret kediua, mbak bule masih senyum, temen lain datang dan… jepret ketiga bule mulai males senyum dan begitu  bermunculan “tongsis-man” lainnya … buru-buru si bule kabur berlari menuju laut dan nyemplung. Capedeh.




Well… itu pengalaman saya ketika berlibur eh maksud saya kalau lagi berada ke pantai, bengong tanpa tujuan yang jelas. Namun saat saya lagi serius semisal ada bule yang pengen melakukan yoga private di pantai, jujur saya akui bahwa suasana pantai di pagi hari sangatlah indah. Cahaya mentari berwarna keemasan, keadaannya masih asri,  sepi dan tenang… Hanya ada suara ombak berseling dengan suara angin yang sayup sayup terdengar diantara beberapa kalimat yang saya ucapkan dalam bahasa English yang pas-pasan.. Inhale… exhale… Pokoknya terlihat seperti guru yoga banget deh. Saking seriusnya sampai-sampai tak terasa pernah suatu ketika ombak besar menghampiri kita sampai matras yoganya basah. Kita sih tertawa saja, masih terasa asyik juga tuh matras yoga basah, terutama bagi si bule namun sesungguhnya bagi saya sih gak asik lagi… nyucinya itu loh hmmm yuk mariii… 







Bercerita pengalama di pantai sepertinya gak habis-habisnya karena saya orang bali asli yang seperti kebanyakan orang Bali lainnya, sangat akrab dengan pantai. Ada juga pengalaman saya membuat karya foto di pantai juga tidak kalah serunya, namun saya sedikit malas menceritakannya disini. karena serunya terkadang becampur “saru” dalam bahasa jawa. Kita bahas dilain waktu aja dehhh… salam angin semilir-semilir dari pantai di Bali.


Oh iya sekalian dibahas nih, ini kan kita lagi pada hebohnya kita di Bali karena Raja Arab Salman Bin Abdulaziz akan berlibur ke Bali. Kira-kira bagaimana ya kelakuan mereka, secara di Arab Saudi tidak banyak pantai. Semoga mereka tidak berkerlakuan sepereti anak-anak yang tumben liat pantai atau bahkan kampungan ups maaf, #lagibecanda... seperti cerita diatas ya hehehe. Semoga mereka bisa menikmati liburannya di Bali. Ngomongnya bener gak sih “liburan?” secara mereka kan dengan kekayaan yang sebegitu banyaknya, mereka gak harus kerja  kantoran juga, gak perlu juga merengek-rengek minta cuti tahunan sama boss untuk berlibur ke Bali. Karena bagi mereka setiap hari adalah liburan. Itulah yang membedakan dia dan saya. Yuk sama-sama mendoakan semoga King Salman mau ngundang saya untuk beryoga ria di pantai sambil menikmati keindahan pantai beserta isinya. Tentunya dengan bayaran yang disesuaikan dengan kurs #raja God Bless You! God Bless Bali! God Bless Us!






No comments:

Post a Comment