Pages

Jul 12, 2007

Hidup seimbang dengan yoga


Suara gesekan daun yang diterpa angin terdengar merdu.
Sejumput reranting jatuh menerpa kisi-kisi jendela.
Hening. Ruang latih berlantai kayu dengan cermin seputar
dinding itu masih hening.


Merilekskan tubuh dan pikiran dengan yoga untuk melepaskan ketegangan hidup dan me-"recharge" energi. Baru pukul tiga sore, terdengar musik klasik lembut menyapa telinga. Berbagai gerakan gemulai pun mengikutinya. Tenang, alami, dan sangat meditatif. Begitulah suasana di salah satu yoga centre di denpasar. Di tempat ini, perempuan dewasa dan usia mapan melepaskan berbagai ketegangan hidupnya dengan mengikuti yoga. Mereka seakan ingin me-recharge energi yang dimilikinya untuk memulai hidup yang lebih bersemangat dan seimbang. Peserta yoga di tempat ini umumnya perempuan mapan. Mereka menghabiskan waktunya sekira 90 menit. Kelas yoga di tempat ini terbagi ke dalam dua sesi, pagi pukul 08.00 WIB dan sore pukul 18.00 WIB. Sambil menunggu putra-putri mereka sekolah, ibu-ibu kalangan menengah atas ini larut dalam irama musik yoga dan merelakskan tubuhnya.
Untuk sesi week end (Sabtu), peserta yoga, umumnya perempuan dewasa berstatus wanita karier. Dengan jadwal latihan sama, para perempuan sibuk ini menghabiskan akhir pekannya dengan yoga. "Yoga membuat badan lebih ringan dan relaks. Perasaan pun jadi lebih tenang," ujar Dinny yang menjadwalkan yoga setiap akhir pekan.
Yoga memang dapat dilakukan siapa pun, gerakannya pun tidak ribet. Hanya, karena gerakan yoga cenderung lebih gemulai dibandingkan fitness dan aerobik, sebagian besar peserta yoga adalah perempuan. Kalaupun begitu, bagi Arbie Yakub, yang mengaku sudah menjalani yoga selama 3 bulan, yoga memberinya efek rasa segar. "Saya bisa tidur enak dan tidak cepat emosional dalam menghadapi masalah," ujar pria wiraswasta ini. Arbie mengikuti yoga karena tertarik iklan pelatihan yoga di surat kabar. Ia pun akhirnya mengunjungi pusat yoga di Bali dan berlatih sebanyak dua kali dalam seminggu. Tak hanya di tempat latihan, di rumah pun ia tetap berlatih yoga pada pagi dan sore hari. Diakuinya, setelah mempraktikkan yoga, Arbie merasa latihan-latihan yang dilakukannya membuat tubuh menjadi sehat dan mengaktifkan kelenjar tubuh, seperti kelenjar tiroid sehingga menyelaraskan hormon dalam tubuh. Selain itu, pikiran juga lebih relaks. "Tapi yang dibutuhkan, niat yang kuat. Tidak hanya mencari pengetahuan lewat yoga, tetapi juga mempraktikkannya," ujar Arbie. Sama halnya dengan fitness, yoga dapat diikuti dengan cara per sekali datang atau dengan cara memilih paket-paket yang disediakan, seperti paket hatta yoga, inger yoga, hit yoga, vinyasa yoga, dan kids yoga. Tetapi pada umumnya, meskipun per sekali datang, peserta sudah dapat merasakan efek langsung dari yoga.

No comments:

Post a Comment