Pages

Jul 12, 2007

Sekilas tentang yoga


Yoga berasal dari bahasa sanskrta yang berarti penyatuan dengan Kesadaran Agung. Yoga bukanlah agama. Umat manusia dari berbagai agama dapat berlatih yoga. Yoga bersifat ilmiah dan mudah dipelajari. Yoga mengembangkan seluruh kepribadian seseorang baik fisik, mental dan spiritual. Dengan melakukan yoga maka akan dapat dicapai kesehatan fisik yang akan membawa kita kepada keseimbangan mental dan keselarasan pikiran.

Yoga adalah ilmu pengetahuan Universal yang dikembangkan ribuan tahun yang lalu. Yoga terdiri dari beberapa tingkatan. Gerakan-gerakan yang diajarkan dalam yoga, termasuk dalam Yoga Asanas. Yoga Asanas dirancang untuk menguatkan organ tubuh bagian dalam, meningkatkan kesehatan dan vitalitas. Dengan dicapainya kesehatan pada kelenjar ini maka berarti dicapai juga emosi yang stabil.
Yoga asanas jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan benar, tidak saja membuat kerja kelenjar lebih efisien, juga membuat otot-otot giat dan santai. Begitu pula dengan system saraf, menstimulir sirkulasi serta melenturkan otot. Selama melakukan asanas tubuh tetap dalam keadaan efisien dan santai. Pernafasan panjang yang menyertai latihan asanas ini membuat darah menyerap lebih banyak oksigen, sehinggan energi yang didapat lebih banyak pula. Secara bertahap setelah tubuh terbiasa dengan latihan asanas maka didapat keadaan pikiran yang tenang, terkendali dan selalu tanggap terhadap segala situasi.
Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara latihan asanas dengan olah raga secara fisik. Olah raga fisik lebih mengembangkan otot dengan jalan menggerak-gerakannya; lebih mengutamakan gerakan yang meregang dan berkontraksi dengan kuat yang dilakukan secara cepat dan bergantian. Latihan secara berulang-ulang ini biasanya gerakannya semakin sulit dan bersifat persaingan. Ini mengakibatkan ketegangan. Keadaan ini menstimulir produksi adrenalin untuk merangsang tubuh terus bekerja lebih keras. Meskipun aktifitas yang memerlukan kekuatan ini dapat menambah bentuk dan kekuatan otot dan melancarkan sirkulasi, namun sama sekali tidak memperhatikan system endokrin yang seperti kita ketahui sangat penting bagi ketenangan mental dan kesehatan fisik. Maka sangatlah bijaksana untuk melakukan yoga asanas dan olah raga fisik secara proporsional menurut kebutuhan tubuh kita.
Bila seseorang merasakan pengalaman yang menyakitkan energi dari emosi negative yang dihasilkan tersangkut pada beberapa cakra yang lama-kelamaan akan muncul sebagai stres atau fobi. Jadi energi ketakutan itu tersimpan dalam cakra-cakra tertentu. Jika dengan suatu teknik tertentu kumpulan energi ketakutan itu dihilangkan dari cakra tersebut, pasien akan mengalami kemajuan yang nyata. Suatu trauma atau pengalaman yang menyakitkan dapat sekaligus menimbulkan pikiran takut, rasa rendah diri, rasa gagal, rasa tidak aman dan sejenisnya. Semua dari kesatuan energi yang negatif ini bisa muncul sebagai depresi berat. Di dalam cakra terdapat jaringan pelindung. Jika jaringan tersebut terbuka maka seseorang akan memiliki kewaskitaan. Seorang yogi (Praktisi Yoga yang sudah maju) memiliki penguasaan yang luas terhadap emosinya. Dengan kewaskitaannya seorang yogi dapat mengalami hal-hal gaib (halus) tanpa harus kehilangan keseimbangan jiwa. Pada orang gila, jaringan pelindung pada cakranya berlubang-lubang, serta tidak memiliki kemampuan untuk menutup lubang-lubang tersebut. Ia selalu terpengaruh dan terganggu oleh kesatuan oleh pikiran negatif, atau unsur negatif dari roh yang tidak reinkarnasi. Ia akan melihat hal-hal buruk yang menakutkan atau mendengar suara-suara yang mengerikan.
Alkohol dan narkotika berpengaruh buruk pada badan etherik. Hal ini jelas terlihat dari akibat yang ditimbulkan yaitu berupa penurunan sifat kemanusiaan secara umum, mengakibatkan materialisme kasar, kebinatangan, kekejaman, hilangnya perasaan halusdan kehilangan kemampuan kontrol diri. Efek tembakau pada pecandu rokok setelah meninggal juga sangat menyedihkan. Tembakau menyebabkan kekotoran pada badan astral, semacam pengerasan dan kelumpuhan pada badan astral. Ini mengakibatkan setelah kematian maka badan astralnya tidak segera meninggalkan badan fisik, seolah-olah terpenjara untuk beberapa waktu lamanya, sehingga proses pelepasan jiwa dari badannya mengalami hambatan.

No comments:

Post a Comment