Pages

Oct 31, 2018

YOGA, sebuah catatan dari perjalanan panjang tentang mencintai diri.

 by: Made Agus
Mendengar Yoga, bagi sebagian orang kata ini seperti sebuah magic. Yoga bisa menyembuhkan semua jenis penyakit; yoga bisa menghilangkan stress; yoga bisa membuka pintu rejeki; dan seterusnya, dulu saya terkesan dengan manfaat apa yang bisa didapat dengan berlatih yoga. Lalu kemudian saya berlatih dan memang benar adanya, yoga memang bisa memberikan berbagai manfaat positif, asalkan melakukan yoga secara benar dan rajin berlatih. Lalu keudian muncul pertanyaan besar “Apakah semua praktisi yoga sudah berlatih sesuai dengan sistem yang dirancang oleh penemunya?” Dilihat dari perkembangan yoga saat ini, saya akan memberikan jawaban “TIDAK”,  karena sebagian aliran yoga sudah berkembang ke arah yang berbeda, tidak lagi authentic namun sudah bercampur dengan berbagai kepentingan lain yang bersumber dari “ego”. Semakin ditelusuri lagi, kok semua hal entah itu baik entah itu tidak baik, selalu dihubungkan dengan yoga. Beer, bikini, sex, entah apa lagi. Seruan “Pakailah baju yang sopan dan menunjang latihan anda,” yang maksudnya adalah bahan yang nyaman eh sekarang pakaian yoga malahan berubah ke Bikini, yang termasuk dalam kategori baju berenang. Salah tempat bukan? Lagi trend nih smua postingan foto yoga pakai bikini atau bahkan tanpa busana. Hmmm… (suka/gaksuka?) Ya sudah menjadi kebiasaan kita untuk cenderung mencari pembenaran atas sebuah kesalahan yang tidak bisa kita hentikan. Atau bahkan menjadikan yoga sebagai jawaban atas semua permasalahan yang belum ditemukan jawabannya. Tapi kalau memang begini adanya, harusnya kita banyak belajar dan kemudian menggunakan pikiran dan nalar untuk mengerti prosesnya. Jangan pernah menerima sesuatu secara dogmatis, ini adalah cara pandang yogi yang sejati. Studi kasus: misalnya di malam hari kita berlatih rangkaian pose-pose asanas 10 kali putaran cepat dan dengan berbagai pose menantang, berdurasi 1 jam dan mendapat keringat bercucuran. Lalu kita menganggap bahwa kita akan medapatkan kesehatan lahir bathin, ketenangan pikiran, terlepas dari stress, awet muda, sembuh dari segala macam penyakit. Bagaimana itu cara kerjanya? Apakah tidak bisa berlaku sebaliknya, otot jadi kelelahan, penuaan dini, beresiko cedera, terserang penyakit jantung, susah tidur di malam hari? Anda harus bisa menjabarkan jawabannya secara logis berdasarkan ilmu yang relevan. Sebagai praktisi yoga kita wajib tahu agar kita bisa berlatih dengan baik, dan sebagai guru yoga anda HARUS TAHU dan lebih bijaksana dalam melatih murid2 yoga agar anda terhindar dari dosa salah mengajarkan yoga. Banyak saya dengar bahwa murid yang mengalami cedera karena dia mengikuti apa yang disuruh-suruh oleh “guru’nya, sangat disayangkan bukan? Anda sering membaca di internet atau bahkan menulis status ”Our body is our temple” tapi kenyataannya anda selalu menyiksa badan anda saat berlatih; “Listen to your body” tapi kita selalu membabi buta menuruti semua kemauan guru yoga, yang blum tentu tahu semua hal tentang badan anda, “Yoga creates happiness” tapi dimana-mana anda sok serius, jutek dan tidak pernah senyum; “Yoga is about balance’ tapi eh kok yang anda latih hanya sebatas pose-pose balancing saja, tanpa berusaha menyeimbangkan hidup anda secara keseluruhan. So, anda yang memutuskan jalan anda. Jadilah yogii yang berdedikasi dan meginspirasi, a devotee.

No comments:

Post a Comment