Pages

Jul 20, 2007

Yoga menyeimbangkan hormon dalam tubuh kita

Kelenjar dalam tubuh manusia memproduksi suatu cairan kimia yaitu hormon yang mengalir dalam tubuh kita dan memiliki efek terhadap tubuh dan pikiran. Harmon ini sangat mempengaruhi pusat-pusat energi yang ada dalam tubuh. Ketidak seimbangan produksi hormon ini mengakibatkan tidak saja penyakit fisik, tetapi juga menyebabkan ketidakseimbangan emosi dan mental seperti kemarahan, kekhawatiran, kebencian, ketakutan dan lain sebagainya.Yoga asanas didesain untuk memberikan tekanan yang halus pada semua kelenjar. Hal ini tentunya berpengaruh langsung pada keseimbangan produksi hormon sehingga didapat keadaan mental dan pikiran yang seimbang.

Sejak jaman dahulu para praktisi yoga telah mengembangkan berbagai macam latihan fisik dan mental seperti meditasi, yang secara langsung mempengaruhi kelenjar pineal untuk menenangkan dan mengarahkan pikiran kepada kesadaran yang lebih tinggi. Dalam yoga asanas pose Shasaungasana (kelinci) juga didesain untuk mendapatkan kesabaran dan kedamaian mental serta meningkatkan kapasitas memori pada otak manusia.
Kelenjar tiroid yang memproduksi hormon tiroksin pada leher mengontrol metabolisme dalam tubuh juga sirkulasi energinya. Kekurangan hormon tiroksin mengakibatkan keterbelakangan mental, obesitas, dan rasa ngantuk yang berlebihan. Dalam kasus ini seseorang bisa tidur 12 jam sampai 14 jam sehari! Untuk mengatasi hal ini kita bisa melakukan pose Sarvaungasana (pose bahu) yang divariasikan dengan pose Matsyamudra (pose ikan).

Pada pose sarvaungasana leher ditekuk sehingga dagu menekan dada. Dan pada pose matsyamudra terjadi peregangan pada leher. Dengan cara menekuk dan meregangkan leher seperti ini akan memberikan pemijatan yang efektif, sehingga didapat produksi hormon tiroksin yang seimbang. Karena kelenjar tiroid merupakan salah satu kelenjar pengontrol dalam tubuh kita, maka keseimbangan fungsi dari kelenjar ini dapat membantu menjaga tubuh tetap bugar.

No comments:

Post a Comment