
- KEMBALI PULANG
Dengan bahasa sederhana, apa yang harus dilakukan adalah bahwa kita harus kembali ketempat dari mana kita datang. Kita semua berasal dari Tuhan yang merupakan inti kesadaran alam semesta. Kita harus kembali ke tempat pemberhentian yang sama. Anak kecil telah bermain-main sepanjang hari di halaman. Sekarang hari sudah senja, anak itu harus kembali pulang. Anak itu berpikir; tentu ayah sudah menunggu di rumah, “biarlah saya pulang dan duduk di dekat-Nya”. Ketika seseorang sudah letih dengan urusan keduniawian maka iapun sangat merindukan kerohanian, yaitu rumah sejatinya. Dan dimanakah rumah kita yang kekal itu? Itulah Kesadaran Agung, dan dengan melakukan yoga dan meditasi akan membuka jalan pulang ke rumah kita yang sejati. Jalan itu sederhana saja, seperti perasaan bahagia yang dimiliki oleh pak tani sehabis membajak sawahnya, sederhana dan bersahaja..Yang diperlukan hanyalah kesabaran dalam menempuh perjalanan pulang, menapakkan kaki diatas kerikil dengan senyuman dan menyambut datangnya hembusan angin dan hujan dengan keceriaan.
- TERATAI DAN REMBULAN
Latihlah diri kita seperti bunga teratai yang mekar berbunga diatas telaga berlumpur, berjuang mempertahankan kehidupan siang dan malam, bergulat dan bersaing ketat menentang guncangan air berlumpur, angin badai dan pahit getirnya nasib dan keberuntungan; namun tidak pernah sesaatpun lupa kepada bulan diatasnya, walaupun dia sendiri tetap saja tampil sebagai bunga biasa. Tidak ada satupun tanda-tanda keistimewaan diperlihatkan olehnya. Tetapi sesungguhnya bunga teratai mungil ini senantiasa mengikat tali percintaan dengan bulan yang ada di atasnya.
Demikianpun kita, mungkin hanya sekedar makhluk biasa, mungkin kita harus menghabiskan waktu menghadapi naik-turunnya arus kehidupan di dunia ini; namun kita tidak boleh pernah melupakan Tuhan yang senantiasa membimbing dan menerangi jalan kita. Peliharalah agar kecenderungan hati kita selamanya tertuju kepadaNya. Selalu mengusahakan diri larut ke dalam pikiran-Nya. Masuklah kedalam lubuk kasih sayangNya yang tidak terbatas itu.
- BATHIN YANG TENANG
Meditasi bukanlah sekedar pengendalian tubuh dan pikiran, ataupun sebuah sistem menarik dan mengeluarkan nafas. Tubuh harus diam, sehat dan tidak tegang. Kepekaan perasaan harus dipertajam dan bertahan. Janganlah memulai dengan menguasai pikiran dengan paksaan, namun lebih tepat apabila akal budi dan segala persepsinya, juga prasangkanya diamati. Apabila bathin sehat maka hidup akan bergairah, kualitas perasaan akan semakin tinggi dan luar biasa peka. Maka badan dengan tingkat intelegensinya yang alami akan bekerja sebagaimana mestinya.
Maka bermeditasi harus mulai dari bathin, yaitu pikiran dengan aneka ekspresinya. Sekedar konsentrasi saja membuat pikiran sempit, terbatas dan rapuh. Tetapi bila konsentrasi datang akibat dari pikiran yang wajar dan sadar maka kesadaran ini adalah cinta. Cinta akan datang bersama dengan keadaan bathin yang tenang, bersahaja dan terbebas dari belengu masa lalu serta harapan di masa yang akan datang.
- CINTA KASIH YANG BERSAHAJA.
Meditasi adalah berkelana keluar dunia ini, memahami keindahan langit dan bumi. Cinta bukanlah hasil dari pencarian kenikmatan. Dari sini berawallah semua tindakan yang murni dan bersahaja, jauh dari ketegangan, pertentangan, pencarian kepuasan diri dan kecongkakan kekuasaan. Proses transformasi cinta didalam diri menjadi cinta kasih universal ini adalah merupakan spirit dari meditasi.
- PIKIRAN YANG LEBUR.
Meditasi adalah suatu keadaan bathin yang memandang apapun dengan perhatian yang sempurna, secara menyeluruh, tanpa melibatkan sentimen-sentimen picik yang membuat pikiran kerdil. Dengan cara ini maka pikiran akan segera lebur kepada Dia, Pribadi Yang Maha Sempurna, bagaikan aliran sungai yang menyatu di lautan luas.
No comments:
Post a Comment