Pages

Jul 31, 2007

Terapi yoga: Hipertensi (tekanan darah tinggi)

  • Gejala:

Kurang tidur, terjaga dari tidur beberapa kali di waktu malam untuk buang air kecil, sakit kepala, lemah badan, nyeri di bagian dada, dan lain-lain.

  • Penyebab:

· Biasanya orang yang kurang melakukan kerja fisik tapi di saat yang sama mengkonsumsi makanan berlemak seperti minyak, ghee (mentega), dan sebagainya dalam diet mereka menjadi korban tekanan darah tinggi. Lemak, saat absennya aktivitas fisik, tidak memiliki kesempatan untuk dipecah dan dikonversikan menjadi panas dan energi. Kelebihan lemak mengubah badan menjadi sebuah massa daging dan lemak, dan ini menyebabkan tekanan yang tidak perlu bagi berbagai organ dan kelenjar tubuh. Bila kelebihan lemak ini berakumulasi pada pembuluh darah dan arteri, akan menyempitkan saluran darah.

· Mereka yang tidak melakukan kerja fisik, tapi makanan asupan bergizi dalam jumlah banyak, menderita pembentukan darah yang berlebihan dalam sistem-sistem tubuh mereka. Surplus darah ini, setelah diubah menjadi daging dan lemak, secara berangsur-angsur mengganggu aktivitas pembuluh-pembuluh darah, seperti yang telah diterangkan sebelumnya, dan menyebabkan tekanan darah yang terlalu tinggi pada jantung. Selain itu, organ-organ tubuh dan kelenjar-kelenjar yang berbeda dari mereka yang memiliki suplai darah yang berlebih dan jantung yang mengalami tekanan yang terlalu tinggi, menjadi terlalu aktif, dan hal ini memicu kemarahan dan nafsu seksual pada mereka. Jadi pada orang dengan tipe tekanan darah yang tinggi ini, kemarahan dan nafsu seksual tumbuh seiring dengan penyakit. Kadang kala kemarahan atau hasrat yang ekstrim menyebabkan kematian karena pecahnya pembuluh-pembuluh darah.

· Mereka yang enggan melakukan kerja fisik, tapi makan sejumlah protein nabati dan hewani yang melebihi kebutuhan normal, berisiko mengalami cidera karena kelebihan protein dalam sistem-sitem tubuh mereka. Tubuh manusia tidak memiliki tempat untuk menyimpan kelebihan protein karena mereka tidak butuh untuk menyimpannya. Jadi organ-organ badan berusaha untuk mengeluarkannya dari sistem. Surplus protein ini mengurangi porsi alkalin (sifat basa) darah dan meningkatkan porsi asidik (sifat asam)-nya. Kelebihan asiditas (keasaman) darah melemahkan organ-organ penghasil dan pembersih seperti hati, ginjal , dan lain-lainnya, dan akibatnya pembuluh-pembuluh darah dan arteri-arteri mengeras dan melemah. Pembuluh-pembuluh darah yang mengeras dan lemah ini tidak bisa mempertahankan sirkulasi darah, sehingga menyebabkan jantung mendapat tekanan yang berat. Dalam kondisi ini, untuk menormalkan fungsi organ-organ, jantung harus bekerja berlebihan. Tapi pembuluh darah yang lemah tidak dapat menanggung aktifitas jantung yang berlebihan ini; mereka pecah dan menyebabkan pendarahan dalam. Untuk beberapa alasan organ penghasil dan pemurni darah bisa melemah. Dan ketika mereka melemah, orang mendapatkan kuantitas darah kurang dari yang diperlukan. Dalam kondisi ini, para pasien menderita kurang tidur, sakit kepala, kelesuan, kelemahan fisik yang serius dan lain-lain. Hal ini disebut tekanan darah rendah.

Pengobatan

Pagi: Utkšepa Mudrá, Karmásana, Yogamudrá, Diirgha Prañáma, Bhújaungásana, Agnisára Mudra, and Váyavii Mudrá atau Váyavii Práñáyáma.

Sore:Karmásana, Yogamudrá, Diirgha Prañáma, Bhújaungásana, Agnisára Mudrá, dan Upavišt'a Ud'd'ayana Mudrá.


Hasil yang baik bisa didapat apabila Iishvara Prañidhana (meditasi) dilakukan oleh pasien seperti yang diajarkan oleh Ácárya. Dalam kenyataannya, sepanjang pasien tidak memiliki kemampuan untuk melakukan ásanas dan mudrás, Iishvara Prañidhána adalah satu-satunya obat bagi penyakit ini. Vyápaka Sñana juga sangat membantu bagi penyembuhan penyakit ini.

  • Diet:

· Bagi penyakit tekanan darah tinggi semua makanan yang asidik (bersifat asam) dipantangkan dan semua makanan yang alkalin (bersifat basa) hendaknya dikonsumsi dalam kuantitas yang lebih banyak. Sejauh mungkin, makanan seperti nasi, polong-polongan , dan rut'i hendaknya dikurangi, dan sebaliknya makanlah buah-buahan, akar-akaran, serta sop sayuran hijau. Makanan non vegetarian harus dihindari. Makanan yang digoreng, dikeringkan, dan dimaniskan juga berbahaya. Jika dirasa perlu, sedikit gula atau madu bisa dikonsumsi.

· Kerja fisik hendaknya ditingkatkan secara bertahap dan tekanan mental harus dikurangi. Tapi bagi mereka yang menderita tekanan darah rendah kerja fisik mereka harus dikurangi hingga penyakit sembuh.

· Puasa sangat bermanfaat bagi penderita penyakit ini, jadi pasien harus berpuasa pada waktu Ekádashii, Púrñima dan Amávasyá, dengan hanya minum air.

· Mereka yang menderita tekanan darah tinggi karena lemak yang berlebihan harus minum air yang dicampur sedikit yogurt atau santan kelapa bukannya susu. Para pasien harus secara berhati-hati membebaskan diri dari asupan yang mengandung racun (rokok, ganja, dll.) dan harus secara cermat menghindari makanan yang menyebabkan sembelit atau kegemukan. Mereka juga menghindari kemarahan dan seks.


  • Anjuran dan pantangan:

Pantangan dan anjuran bagi penyakit jantung secara umum harus dikuti juga di sini.

  • Beberapa obat:

· Konsumsilah sesendok kecil bubuk kapulaga dengan sedikit madu dua kali sehari.

· Konsumsilah satu sendok penuh jus akar sarpagandha dengan sedikit madu dua kali sehari; atau

· Konsumsilah 1/16 atau 1/18 tola bubuk akar sarpagandhá dengan sedikit madu atau jus triphal' dua kali sehari.

· Konsumsilah 1/16 tola bubuk bhumi kusam'nda dua kali sehari dengan madu

· Konsumsilah 1/16 atau 1/18 bubuk akar sarpagandhá kering dengan air michrii hendaknya dua kali sehari.

  • Lampiran untuk penyakit hipertensi.

· Agnisa`ra mudra: duduk dengan pose siddhasana, pegang pinggang dengan kedua tangan, ketika mengeluarkan nafas segera tekan pusar dengan kedua jari tengah dan usahakan menyentuh sampai tulang belakang. Pertahankan posisi ini untuk beberapa saat, lalu tarik nafas perlahan. Lakukan ini selama 3 kali, lalu perlahan bisa ditingkatkan sampai 10 kali.

· Vayavii mudra: berdiri tegak, tutup kedua mata, konsentrasikan pikiran pada anahata cakra, tekan puting susu dengan ruas ketiga jari tengah, sementara jari lainnya pada posisi biasa, sekarang tarik kedua siku kebelakang bersamaan dengan menarik nafas, setelah tarikan nafas maksimal lalu keluarkan kedua siku santai sejenak. Lakukan sebanyak 7 kali.

· Utkšepa Mudrá: Berbaring, tangan memeluk kedua lutut pada posisi menekuk, lalu hentakkan kaki sampai pada posisi terlentang. Ulangi sebanyak 8 kali.

· Ud`d`ayana mudra: berdiri, taruh tangan diatas lutut, sedikit membungkuk ke depan, lalu keluarkan nafas sekuat-kuatnya, sampai perut dan juga perut bagian bawah menyentuh tulang belakang. Pertahankan posisi ini selama 8 detik, lalu keluarkan nafas secara perlahan. Lakukan mudra ini selama 8 kali.


No comments:

Post a Comment