
“Om’ Namaste Sate Sarvaloka’shraya’ya; Namaste Cite Vishvaru’patmaka’ya. Namodvaetatattva’ya Muktiprada’ya; Namo Brahmane Vya’pine Nirguna’ya. Tadekam’ Sharan’ya’m’ Tadekam Varen’ya’m; Tadekam Jagatka’ran’am’ Vishvaru’pam.Tadekam Jagat Kattr-pa’tr Praharttrm’; Tadekam Param Nischalam’ Nirvikalpam’. Bhaya’na’m Bhayam’ Bhiis’an’am Bhiis’an’ana’m; Gatiih Pra’n’ina’m’ Pa’vana’na’m. Mahaccaeh Pada’nam’ Niyantr Tadekam’; Paresham’ Param Raks’akam’ Raks’aka’na’m’. Paresha Prabho Sarvaru’pavina’shinnanirdeshya; Sarvendriyagamyasatya. Acinta’ks’ara Vya’paka’vyaktattva’ya; Jagadbha’saka’dhiisha Pa’ya’dpa’ya’t. Tadekam’ Smara’mastadekam’ Japa’mas; Tadekam’ Jagat Sa’ksiiru’pam’ Nama’mah.
Tadekam’ Nidha’nam’ Niralambamiisham’; Bhava’mbodhipotam’ Sharan’am’ Vraja’mah.”Aku menghaturkan sujud yang mendalam kepada Entitas Tertinggi yang tanpa sebab, dan perlindungan tertinggi bagi seluruh ciptaan-Nya. Aku bersujud kepada sebab dari segala penciptaan dan kebenaran yang sejati yang terwujud melalui alam semesta. Aku bersujud kepada Entitas yang non-dualis dan yang memberi pembebasan kepada semua. Aku bersujud kepada Brahma yang berada dalam setiap benda yang diptakan oleh-Nya dan kepada Entitas Yang tanpa atribut. Aku bersujud kepada Entitas Tertinggi yang merupakan perlindungan yang terakhir bagi semua, dan dipuja oleh semuanya, yang merupakan awal dari penciptaan alam semesta, dan dengan keinginan-Nya sendiri mengambil bentuk alam semesta ini. Aku sujud kepada Dia yang menciptakan, melindungi dan melebur alam semesta ini. Sujudku kepada Entitas Tertinggi yang tak bergerak dan tidak ada duanya. Sujudku kepada Dia, Yang ditakuti oleh seluruh sumber ketakutan itu sendiri, dan merupakan tujuan akhir dari semuanya, yang termurni dari segala kemurnian, yang merupakan pengendali tertinggi dari semua entitas-entitas tinggi di seluruh jagat raya ini. Entitas tertinggi itu adalah subyek dari segala subyek. Dia adalah Kebenaran Yang Tertinggi. Dia tidak dapat dilihat oleh siapapun. Dia melampaui semua indriya dan pikiran. Dia tidak pernah berubah. Dia adalah Entitas yang merasuk ke dalam segalanya, sekaligus merupakan Entitas yang tidak termanifestasikan. Dia memberikan ekspresi dalam jagat raya ini, sekaligus merupakan sesuatu yang dapat melampaui unsur panca maha bhuta.
Engkaulah yang kita ingat, Yang selalu kita pikirkan. Sujudku kepada-Mu yang merupakan Entitas Yang Tertinggi. Engkau yang merupakan saksi dari segala penciptaan ini.
Engkaulah yang menjadi kapal perlindungan di dalam menyeberangi samudra kosmos ini. Engkaulah merupakan pelindung yang paling dipercaya dan tak ada perlindungan bagi diri-Mu sendiri.
Dikutip dari Makalah Kajian Tentang Tantra dan Sa’dhana’.
oleh Ac. Sudhiira’nanda Avt.
No comments:
Post a Comment