Pages

Sep 1, 2007

Terapi yoga: Diabetes

Gejala-gejala :

Keinginan yang terus menerus untuk buang air kecil, sensasi panas seperti terbakar pada saluran air kemih, kehausan yang terus menerus dan rasa manis di mulut, ketertarikan lalat dan semut pada urin, sakit kepala, pusing, pucat dan kulit kering, tampak tua walaupun usia masih muda, ketidak-nyamanan di seluruh badan, dan lain-lain, kesemuanya ini adalah indikasi dari diabetes. Kerap kali ditemukan bahwa orang yang memiliki gangguan diabetes menderita katarak


Penyebab:

Gula tidak selalu ditemukan di dalam urin penderita diabetes. Diabetes dengan gula dalam urin disebut 'somarogá atau 'madumehá. Diabetes tanpa gula disebut 'udakamehá.

Kelemahan Manipura Cakra (pusat enerji psikis di tulang belakang yang sejajar dengan pusar) adalah sebab utama dari diabetes. Di antara cairan-cairan pankreas, terdapat satu jenis sekresi yang membantu dalam mencerna makanan, sedangkan yang lainnya memisahkan kandungan gula dari jenis makanan non vegetarian dan makanan yang bertepung. Gula kemudian disimpan dalam suatu bagian khusus di hati dan dicairkan sesuai dengan kebutuhan badan untuk menghasilkan panas badan dan daya vital guna menjalankan mekanisme tubuh. Salah cerna yang kronis, sembelit (dalam hal ini biasanya kotoran menjadi keras), kerja mental yang berat tanpa disertai kerja fisik, pemakaian zat-zat yang beracun (misalnya rokok, narkoba, minuman keras. penterj.) dan penyia-nyiaan sperma yang berlebihan - semuanya ini melemahkan vitalitas hati.

Pengobatan :

Pagi --- Utkšepa Mudrá, Karmásana, Agnisára Mudrá, Upavišt'a Ud'd'ayana Mudr'a, Jánushirana dan Ágenyii Mudrá atau Ágneyii Pránáyama

Sore --- Yogamudrá, Diirgha Pránáma, Bhújaungásana, Pashimott"anasana, Bhastrikásana dan Agnisára Mudrá.

Diet:

Karena diabetes pada dasarnya adalah penyakit hati dan pankreas, maka organ-organ tersebut perlu diberikan perhatian agar tetap terjaga kesehatannya, dan untuk itu para pasien harus memilih makanan yang bisa membuat perut mereka bersih, namun sekaligus bergizi dan mudah dicerna. Semua jenis buah-buahan baik buat penyakit ini, terutama pisang yang matang. Makanan non vegetarian jangan pernah dimakan. Protein dari sayur-sayuran juga asidik (bersifat asam), oleh karena itu hendaknya dimakan sejarang mungkin. Untuk itu disarankan untuk mengurangi asupan nasi dan rut'i (yang dibuat dari tepung terigu putih) dan di lain pihak mengkonsumsi lebih banyak makanan berupa sop sayuran, sop pisang raja, pat'ol, okra , dhundula, palta, labu (lagenaria vulgaris seringe ) , bunga dan kelopak bunga (pusuh) pisang raja, ara dan buah ara, dll. yang mengandung sifat alkalin (basa)


Anjuran dan Pantangan

Diabetes adalah penyakit para intelektual. Mereka yang melakukan kerja fisik jarang terserang penyakit ini. Melakukan kerja mental yang meletihkan, tetap berada dalam ruangan tertutup dalam jangka waktu yang lama, kemalasan fisik, sembelit, mudah marah, dll. , adalah alasan -alasan bagi munculnya diabetes. Seperti telah diterangkan sebelumnya, diabetes pada dasarnya berhubungan dengan hati dan pankreas, oleh karena itu pilihlah makanan yang tidak menstimulasi organ-organ vital ini secara berlebihan. Demikian pula, kerja fisik dan olahraga akan membantu menormalkan organ-organ ini. Bagi mereka yang enggan bekerja fisik, kesembuhan dari penyakit ini hampir tidak mungkin.

Beberapa resep obat:

Rebus biji myrobalan (di Bali ia dikenal dengan nama Bila dan dalam resep China sebagai Hezi), muthá, mlodhá dan buah beringin dalam kuantitas yang masing-masing sama besar dan minumlah 2 tola dari ekstrak ini pada dini pagi selama dua hari secara teratur. Ini akan memberikan hasil yang baik.

Giling kira-kira 1/8 seer daun guva dalam air pada malam hari. Keesokan paginya pisahkan daunnya dengan disaring dan minumlah airnya. Ini akan memberikan hasil yang baik pada tingkat diabetes yang akut.

(a) 1 tola jus yajina d'umura dicampur madu; atau
(b) 1 tola ekstrak daun telakuca dikonsumsi bersama madu dini pagi hari dengan menjilatnya; ini akan menyembuhkan diabetes.

(a) 1/16 tola bagian dalam dari biji-biji jám yang dicampur madu; atau
(b) Akar shimúla kering yang digiling sampai menjadi bubuk, dijilat dengan madu sebanyak 1/16 tola; akan memberi hasil yang baik untuk menangani diabetes.

Jika penyakit memburuk, 5 tola daun bañsha dalam setengah seer air, direbus hingga 1/8 seer, saring daunnya , airnya diminum dengan segera.

Rebus gent'e durbá (lihat durba di daftar istilah) , vajina d'umura, myrobalan emblic (emblica officinasli Gaertn,), myrobalan, daun coriander dan gandha-mutha dalam kuantitas yang sama dalam setengah seer air; lalu minumlah ketika tersisa 1/8 bagian setelah direbus. Lakukan ini setiap hari selama seminggu pada waktu terbitnya fajar. Ini akan memberi hasil yang baik.

Keterangan:

Rut'i = Hindi 'chápáti' , Roti pipih terbuat dari tepung "whole weat", tepung gandum yang masih ada kulit luar gandumnya yang berwarna coklat. ---(Dalam penerapannya pada diabetes secara umum dapat diartikan sebagai roti yang terbuat dari tepung terigu putih-penterj).

Tola = ukuran berat India, 1 tola = 11,664 gram

Seer = ukuran berat India, 1 seer = 80 tola = 933, 12 gram. 1 seer air pada suhu 4 derajat celcius adalah 0, 933312 liter

pat'ol = Trichosanthes nervifolia Linn okra ,

dhundula = Luffa cylindrica (Linn.) M. Roem

palta = Erythrina vagiegata Linn. var. orientalis (linn.) Merrill

Sumber: Yogic Treatments and Natural Remedies, 3rd edition

1 comment: