Pages

Sep 1, 2007

Terapi yoga: Penyakit Jantung

Gejala:

Suara debaran jantung yang keras di dada, nyeri dada, kesulitan bernafas, menggigilnya lengan dan betis, dan lain-lainnya, adalah gejala dari penyakit ini.

Penyebab:

Ada banyak kemungkinan penyebab penyakit jantung:

Orang yang membiarkan perutnya penuh dan berat oleh makanan, memerlukan suplai darah yang lebih besar untuk,lambung, dan jantungnya harus bekerja berat untuk terus memasok suplai ekstra ini.Sebagai akibatnya jantungnya menjadi lemah.

Orang yang berusia lebih dari tiga puluh lima tahun yang mengkonsumsi makanan non vegetarian dalam kuantitas yang besar karena rakus juga mungkin terserang penyakit jantung, Karena makanan non vegetarian meningkatkan keasaman darah, maka hal ini memaksa jantung untuk bekerja secara belebihan untuk memurnikan darah; dan darah menjadi lemah. Peningkatan keasaman darah juga secara bertahap melemahkan organ-organ tubuh lainnya, dan kelemahan-kelemahan tersebut secara langsung atau tidak langsung melemahkan jantung.

Makan makanan berlemak dan berminyak namun tidak disertai melakukan latihan fisik yang cukup membuat sistem syaraf dimuati oleh lemak, dan akibatnya syaraf tidak mungkin membantu jantung dengan baik. Akibatnya jantung menjadi lemah. Lemak yang berakumulasi di pembuluh syaraf sangat mengganggu peredaran darah, dan untuk mempertahankan peredaran ini, jantung terpaksa bekerja secara berlebihan.

Karena kelemahan liver, surplus lemak dalam tubuh mendapat kesempatan untuk berakumulasi dalam pembuluh syaraf dan darah, dan akibatnya jantung secara alamiah menjadi lemah.

Pemicu lain dari penyakit jantung adalah kebiasaan mengkonsumsi terlalu banyak makanan sekali duduk walaupun nafsu makan rendah atau tidak ada sama sekali; karena makan kuantitas makanan dalam jumlah besar membesarkan perut, dan perut yang membesar ini kemudian memberikan tekanan pada jantung di atasnya. Orang yang tidak sarapan pagi dan tidak makan kudapan di siang hari biasanya memgkonsumsi makan yang berat sewaktu makan siang dan makan malam. Jika kebiasaan ini berlangsung dari hari ke hari, perut mereka membesar dan akhirnya mereka menderita penyakit jantung.

Konstipasi (sembelit) juga merupakan salah satu penyebab penyakit jantung. Jika usus tidak bersih, maka feses yang terakumulasi membusuk di dalam tubuh dan menjadi tempat berbiaknya semacam kuman. Jika kuman ini mendapat kesempatan untuk menyerang jantung, maka orang menderita penyakit jantung.

Orang yang mudah marah juga riskan terhadap penyakit jantung, karena sewaktu marah aliran darah ke otak dan wajah mengalami percepatan yang tiba-tiba (yang membuat orang mukanya memerah). Untuk mensuplai darah ekstra ini, jantung secara tiba-tiba bekerja dengan sangat berat. Itulah sebabnya orang yang mudah marah bisanya menderita penyakit jantung. Untuk alasan yang sama pula, rasa malu yang ekstrim juga bisa membuat jantung menjadi lemah.

Demikian pula dalam cekaman ketakutan yang amat sangat, darah secara tiba-tiba meninggalkan bagian-bagian tubuh yang lain dan berpacu menuju jantung dalam kuantitas yang besar. Jantung lalu kesulitan menangani tekanan ini, sehingga dalam ketakutan yang luar biasa jantung bergemuruh atau berdetak dengan sangat cepat, dan bahkan sering kali berhenti berdetak dan menyebabkan kematian.(Sering ditemukan bahwa orang yang meninggal akibat serangan jantung dalam cekaman rasa takut oleh halusinasi tentang hantu; dan sejenak sebelum atau segera sesudah kematiannya teror ini menyebabkan ia menderita pendarahan yang keluar melalui mulut dan hidungnya, maka orang lain yang melihatnya berpikir bahwa ia benar-benar telah dibunuh oleh hantu). Jadi orang yang penakut kerap kali ditemukan menderita penyakit jantung.

Karena alasan yang sama, aktifitas seks yang berlebihan menyebabkan jantung bekerja keras dan pernafasan menjadi berat. Jadi umumnya orang yang bergairah besar biasanya menderita sakit jantung. Pada orang muda, kehilangan cairan mani secara berlebihan juga memicu penyakit jantung.

Konsumsi anggur, tembakau, cerutu, rokok, dan bahan yang beracun lainnya dalam kuantitas yang berlebihan menyebabkan konstipasi, yang menjadi salah satu penyebab sakit jantung. Terlebih lagi bahan yang beracun meningkatkan keasaman darah, melemahkan sistem kelenjar, dan pada akhirnya mencegah koordinasi antar jantung dan kelenjar-kelenjar, yang menyebabkan mereka jatuh sakit.

Jika Seseorang yang menderita beberapa penyakit yang kronis atau melemahkan vitalitas dalam jangka waktu yang lama, maka darahnya menjadi lemah. Dan untuk memberdayakan darah kembali, jantungnya harus bekerja berlebihan, dan secara berangsur-angsur menjadi lemah. Itulah sebabnya kenapa pada kasus penyakit beriberi, paru-paru basah, tubercolosis, diabetes, kencing nanah, sifilis, dan penyakit penyakit kewanitaan, semakin lama seseorang menderita penyakit, semakin lemah pula jantungnya, dan ketika ia menjadi sangat lemah ia berhenti berdetak dan pasien mengalami kematian.


Terapi:

Pagi-Utks'epa Mudra', (jangan minum terlalu banyak air), Yogamudra', Diirgha Pran'a'ma, Bhu'jaunga'sana, Va'yavii Mudra' atau Va'yavii Pra'n'a'ya'ma, dan Padahasta'sana.

Sore-Yogamudra', Diirgha Pran'a'ma, Bhu'jaunga'sana, Padahasta'sana dan Va'yavii Mudra' atau Va'yavii Pra'n'a'ya'ma.

Ingatlah bahwa pasien hendaknya tidak melakukan asana lain kecuali UtskepEMudrá ketika penyakit dalam tahapan yang kritis. Hanya jika telah terjadi kemajuan dalam proses kesembuhan atas penyakit ini, barulah asana dan mudra di atas bisa dilatih. Ketika pasien sudah atau hampir sembuh, ia harus berlatih Karmásana bukannya Padahastásana. Praktek Vyápaka Snána juga sangat membantu untuk penyakit ini.


Diet:

Hanya buah dan sayuran yang boleh dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit jantung. Sarapan dan kudapan sore hendaknya hanya terdiri dari buah dan susu belaka. Pada siang hari, hendaknya dikonsumsi sejumlah kecil makanan yang mudah dicerna dan tidak menimbulkan konstipasi; lebih baik berhenti makan nasi atau rut’i, namun sedikit nasi yang ditanak boleh dimakan. Pada petang hari hanya buah dan susu saja yang boleh dikonsumsi. (Pasien tidak boleh makan pisang setelah matahari terbenam). Mereka yang tidak bisa mencerna susu atau karena suatu alasan tidak bisa memperolehnya, bisa meminum air yang diberi sedikit yoghurt. Orang hendaknya tidak menambahkan garam pada hidangan saat makan. Perhatian hendaknya diberikan sehingga aliran udara mengalir dengan lebih lancar pada lubang hidung kanan untuk beberapa lama setelah makan.


Anjuran dan Pantangan:

Pasien hendaknya tidak makan banyak sekali duduk melainkan mereka hendaknya makan dalam kuantitas yang kecil, beberapa kali sehari. Jika pasien sakitnya kritis, ia hanya boleh mengkosumsi susu, jus buah (misalnya jeruk/jeruk kepruk dan tomat), susu atau air yang diberi madu, dan jus bayam, kangkung darat, beto, punarnava', shushuni atau shulpha'. Kalau haus, minumlah air dengan ditambah sedikit air jeruk nipis.

Tidur di siang hari, begadang di malam hari, dan makan dengan rakus hingga perut penuh sangat berbahaya bagi pasien penyakit jantung. Undangan makan malam biasanya makanan yang kaya kalori, untuk itu pasien hendaknya tidak menerima undangan makan malam. Mereka harus tidur antara pukul 8 dan 8:30 malam.

Orang harus selalu ingat bahwa makan sayuran berdaun dalam kuantitas yang kecil seperti bayam, beto, kalmii baik bagi jantung pasien. Kapulaga juga bermanfaat secara istimewa dalam penyembuhan penyakit ini. Perhatian yang khusus hendaknya diberikan menyangkut kebersihan usus.

Pasien sakit jantung harus tidur sekurang-kurangnya sembilan jam semalam. Pikiran harus selalu dikekang dari kemarahan dan nafsu birahi. Keletihan fisik dan mental, kerakusan dan seks harus dihindari dengan ketat.


Pengobatan:

Setiap pagi hari dan sebelum tidur di malam hari, pasien hendaknya mengkonsumsi satu sendok teh penuh penuh kapulaga yang digiling beserta kulitnyanya, serta madu. Hal ini akan memberi hasil yang baik.

Jus daun shulphE/i> dicampur sedikit madu sangat baik buat menangani penyakit jantung

Satu sendok teh penuh daun shulphE/i> yang dicampur madu sangat baik untuk penyakit ini Sesendok penuh bubuk kayu manis dicampur madu, dikonsumsi dua kali sehari, akan memberikan hasil yang baik.

Konsumsilah 1/16 tola bubuk bhumi kus’mán’d’a ditambah sedikit madu dua kali sehari.


No comments:

Post a Comment