Secara istimewa, kemurnian mental membantu menjaga kesehatan seseorang. Pikiran yang tidak murni meningkatkan keasaman darah dan menyebabkan gangguan perut, jantung dan otak. Oleh karena itu setiap orang hendaknya membiasakan diri sekuat mungkin untuk melakukan pelayanan tanpa pamrih dan Iishvara Prani'dhána (meditasi). Jalan terbaik untuk mendapatkan kemurnian mental adalah dengan menjalankan prinsip-prinsip Yama dan Niyama.
- YAMA
Yama dibagi menjadi lima bagian: (1) Ahim'sá, (2) Satya, (3) Asteya, (4) Brahmacarya dan (5) Aparigraha.
- Ahim'sá: Tidak menyakiti atau melukai setiap mahkluk di dunia ini baik dengan pikiran, perkataan ataupun perbuatan disebut Ahim'sá.
- Satya: Menggunaan pikiran dan perkataan untuk kebaikan.
- Asteya: Membebaskan diri dari keinginan untuk memiliki atau mengambil harta orang lain disebut "Asteya". Asteya artinya tidak mencuri.
- Brahmacarya: Menjaga pikiran untuk selalu terserap dalam Tuhan (Entitas Tertinggi) adalah "Brahmacarya".
- Aparigraha: Untuk membebaskan diri dari ikatan terhadap segala kebutuhan kecuali kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup disebut "Aparigraha" (hidup sederhana).
- NIYAMA
Niyama juga terbagi menjadi lima bagian: (1) Shaoca, (2) Santosa, (3) Tapah, (4) Svadhyaya dan (5) Iishvara Prañidhana.
- Saoca: Dibagi menjadi dua: Kebersihan badan dan kemurnian pikiran. Metode dari kemurnian pikiran adalah dengan kebaikan hati terhadap semua mahkluk, kemurahan hati, kerja yang dilakukan untuk kesejahteraan orang lain dan dengan bertanggungjawab.
- Santoša: Keikhlasan untuk menerima segala sesuatu yang tidak diinginkan adalah "Santoša". Adalah penting untuk selalu berusaha ceria.
- Tapah: Menjalani tantangan fisik untuk mencapai tujuan disebut dengan "Tapah". Upavasa (puasa), melayani Guru, melayani ayah dan ibu, dan empat macam Yajna yakni Pitr Yajna, Nr Yajina, Bhúta Yajina dan Adhyatma Yajina (pelayanan untuk nenek moyang, kemanusiaan, makhluk yang lebih rendah tingkat kesadarannya dan "Kesadaran"), adalah empat tiang dari Tapah. Bagi pelajar, belajar adalah Tapah-nya yang utama.
- Svadhyaya: Belajar dengan pengertian yang benar akan kitab-kitab dan buku-buku filsafat adalah Svadyaya. Buku-buku filsafat dari Ánanda Márga adalah Ánanda Sútram dan Subhá siita Sam'graha (semua bagian). Svadhyaya juga dilakukan dengan menghadiri Dharma Chakra (kelompok meditasi) secara teratur dan dengan memiliki Satsaunga (persahabatan spiritual), akan tetapi Svádhyáya ini ditujukan bagi mereka yang tidak mampu untuk belajar seperti cara di atas.
- Iishvara Pranidhana: Memiliki keimanan yang teguh terhadap Iishvara (Pengendali Kosmis) baik dalam suka maupun duka, kesejahteraan maupun kekurangan, dan selalu memandang diri sebagai instrumen, dan bukannya pemakai instrumen dalam segala bidang kehidupan.
Hidup manusia itu singkat. Adalah bijak untuk mendapatkan semua pelajaran mengenai Sádhaná (latihan spiritual) sesegera mungkin.
Sumber: Yogic Treatments and Natural Remedies, 1958
No comments:
Post a Comment